17.12.18

Catcalling... Is it a joke?

Source: Google.com
Hello folks! di kesempatan kali ini saya akan berbagi cerita tentang fenomena yang sering kali dianggap sepele dan di pandang sebelah mata oleh masyarakat yaitu Catcalling.

Apa Itu Catcalling?

Dalam istilah bahasa Indonesia, catcalling adalah siulan, seruan, gestur, atau komentar yang bertendensi seksual dan membuat orang merasa engga nyaman, terganggu, malu atau bahkan takut. Ini biasanya dilakukan ke cewek (juga bisa ke laki-laki atau gender yang lain) yang lewat di jalan.


“Neng, mau kemana nih cakep amat. Sendirian aja? Abang temenin ya.”

“Halo cantik…”

“Assalamualaikum, swit swiw….”


Korban catcalling mayoritas perempuan

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Benard dan Schlaffer (1981) yang mempelajari fenomena street harassment. Penelitian tersebut menemukan bahwa para perempuan ketika berada di jalanan di Wina mengalami pelecehan dan tidak memperhatikan umur, berat badan, pakaian yang dikenakan, atau ras oleh laki-laki yang berasal dari latar belakang berbagai ras dan level sosio-ekonomi.
Maksud dari penelitian ini sendiri buat ngasih liat bahwa perempuan dengan umur berapapun dan berpenampilan apapun akan tetep bisa jadi korban dari catcalling.

Catcalling termasuk dalam bentuk pelecehan seksual

Selain penelitian di atas, ada lagi penelitian yang dilakuin oleh Gardner (1995) yang nemuin kalo pengalaman perempuan yang mendapatkan pelecehan di jalan dan mendapat lontaran-lontaran yang bersifat seksis oleh laki-laki asing di jalan membuat mereka merasa lebih rentan dan merasa bahwa tubuhnya bagaikan objek parade untuk dinikmati atau terdegradasi oleh laki-laki asing.
Nah, penelitian ini ngejelasin bahwa bentuk dari catcalling kayak siulan dan panggilan dari orang yang nggak dikenal tuh bisa ngebuat si korban merasa takut, risih, dan juga marah. Hal itu deh yang ngebuat catcalling jatohnya jadi bentuk pelecehan seksual  karena jadinya seperti bentuk gangguan terhadap si korban.

Catcalling bukan pujian

Bagi para pelaku, kebanyakan dari mereka tuh mikir kalo catcalling adalah bentuk pujian karena ngeliat si korban menarik. Padahal mah ya ampyuun itu tuh bukan pujian sama sekali hiyuuhh.
Yuk mari kita sama-sama lurusin pemikiran kita semua kalo tiba-tiba nyiulin atau manggil seseorang yang berbau seksual tuh bukan pujian. Tubuh seseorang itu bukan sekedar objek untuk dijadiin bahan pemuas hasrat gaes. Bayangin deh kalo ada di posisi sang korban, pasti kalian juga ngerasain bentuk nggak nyaman, takut , dan kesel kan?
Duh, jadi udah mending kita semua tuh saling menghormati aja satu sama lain biar hidup nyaman, aman, tentram dan selamat sentosa kaya di negeri dongeng.


Di sini aku juga akan membagi beberapa tips jika kita mengalami kejadian catcalling.

  • Pertama, kita harus bisa mendistraksi perhatian mereka. Misal pura-pura lagi nerima telpon.
  • Kedua, hindari jalan sendirian waktu ada segerombolan orang yang dari jauh udah merhatiin kita, alias cari rute lain.
  • Ketiga, kalo terlanjur digoda, kita bisa liat mata mereka sambil terus jalan, aksi ini menurut beberapa survey terbukti bikin orang yang menggoda kita jadi sungkan.
Selain ketiga tips di atas kita juga dapat melindungi diri dari catcalling dengan cara lawan dengan kontak mata, mengancam akan melaporkan polisi, dan mengunggah pengalaman tersebut di sosial media agar si pelaku merasa malu dan jera.

Semoga thread ini dapat bermanfaat terutama buat para perempuan. Take care, girls!

 


 
 

19 comments:

  1. Makasih atas tipsnya. Sangat berguna buat para cewek-cewek ini 👍🏻

    ReplyDelete
  2. Wahh bagus sekali 👍mkasih atas infonya 👍

    ReplyDelete
  3. Bagus sekalii.. Terimakasih atas ilmunya😊

    ReplyDelete
  4. Thx for still tho share, mba. Success yopp!

    ReplyDelete
  5. Terimakasih informasinya, semoga kau. Perempuan mulai pandai menjaga diri

    ReplyDelete
  6. Terima kasih infonya, sangat berguna

    ReplyDelete
  7. Catcalling bukanlah sebuah pujian. Nice, Fir!

    ReplyDelete
  8. terima kasih info nya, semoga saya bisa lebih menjaga diri dari catcalling..

    ReplyDelete
  9. Terimakasih atas informasinya! Keep going yaa

    ReplyDelete