Hello Folks! jadi berhubung aku adalah seorang student yang sedang mendalami ilmu psikologi, maka thread kali ini aku akan ngebahas tentang beberapa teori yang berkaitan dengan jenis-jenis kepribadian. Let's check this out!
THEORIES
OF PERSONALITY
TEORI-TEORI KEPRIBADIAN
1. Teori Sifat (Trait Theory)
Sifat dapat didefenisikan sebagai pola perilaku baik
dari cara berpikir, bertindak, maupun berperasaan yang relatif konsisten dan
stabil dalam suatu situasi. Teori ini menyatakan bahwa manusia memiliki
sifat-sifat tertentu, yakni pola kecenderungan untuk bertingkah laku dengan
cara tertentu.
·
Allport’s
Trait Theory
Gordon
Allport (1937-1961), seorang psikolog dan ilmuwan filsafat percaya bahwa suatu
kepribadian dapat dilihat berdasarkan nilai dari individu tersebut. Allport
membagi sejumlah perbedaan di antara berbagai jenis sifat, yaitu:
1. Sifat kardinal (cardinal trait). Merupakan
karakteristik yang dominan dalam kehidupan seseorang , dan bisa dikatakan
sebagai sifat utama. Contohnya, sifat narsis, hedonis, dsb.
2. Sifat sentral (central trait).
Merupakan karakteristik yang kurang mengontrol perilaku individu, namun tidak
kalah penting. Contohnya, sifat jujur, ambisius, senang berkompetisi, dsb.
3. Sifat sekunder (secondary trait).
Merupakan karakteristik peripheral dalam individu yang lebih terbatas dan
kurang dalam menentukan deskripsi kepribadian. Contohnya, si A yang penyabar,
tetapi ketika temannya mengejek orangtuanya maka A menjadi marah meledak-ledak.
Selain
itu, tokoh William Sheldon juga meggolongkan 20 sifat dari hasil korelasi yang
ia lakukan yang memiliki 3 komponen, yaitu:
1. Viscerotonia. Memiliki
sifat suka makan enak, santai, tenang, pandai bergaul, toleran, pengejar
kenikmatan, lamban.
2. Somatotonia.
Memiliki sifat suka berpetualang, berani mengambil resiko tinggi, agresif,
kurang peka, cenderung menguasai, membuat gaduh, dsb.
3. Cerebretonia.
Memiliki sifat tertutup, tidak suka keramaian, memiliki kesadaran diri yang
tinggi, senang menyendiri, dsb.
Saat ini banyak tes yang menggunakan 5
faktor bentuk kepribadian yang terdiri dari komponen neuroticism, extraversion, openness, agreeableness, dan conscientiousness. Tujuannya untuk
menggunakan informasi yang diberikan untuk orang yang mengikuti tes.
2.
Teori
Psikoanalisis (psychoanalytic theory)
Dalam memahami kepribadian manusia, Sigmund Freud
membangun konsep yang saling berhubungan dan menimbulkan ketegangan satu sama
lain, yaitu Id, Ego, dan Superego.
·
Teori
Freud: 3 Tingkat Kesadaran
Ia
mengumpamakan tingkat kesadaran sebagai gunung es yang terdiri dari, conscious mind, preconscious mind, dan unconscious mind. Conscious mind menempati
ujung puncak gunung es yang berperan sebagai kerja-kerja penting pada pikiran.
Tepat di bawah permukaan tersebut terdapat preconscious
mind yang terdiri dari ingatan yang saat ini tidak sadar tetapi dapat
dengan mudah dibawa ke kesadaran. Lalu, terakhir ada unconscious mind yang menyimpan motif-motif naluriah primitif.
Selain itu, unconscious mind mengandung ingatan dan emosi yang begitu mengancam
pikiran sadar sehingga mereka telah didorong ke dalam akal bawah sadar melalui
proses represi.
·
Teori
Freud: Id, Ego, dan Superego
Id.
Menurut
Freud, id adalah sumber segala energi psikis, sehingga menjadi komponen utama
kepribadian. Id didorong oleh prinsip kesenangan, yang berusaha untuk kepuasan
segera dari semua keinginan dan kebutuhan. Jika kebutuhan ini tidak puas
langsung, hasilnya adalah kecemasan atau ketegangan.
Ego.
terbentuk karena id harus menggunakan cara-cara yang realistis untuk memenuhi
kebutuhannya dan menghindari masalah yang disebabkan oleh id yang egois dan
agresif. Ego beroperasi sesuai dengan prinsip realitas. Ego dapat dianggap
sebagai kepribadian eksekutif karena menggunakan kemampuan kognitifnya untuk
mengelola dan mengendalikan id dan menyeimbangkan hasratnya terhadap pembatasan
realitas dan superego.
Superego.
adalah bagian dari pikiran yang menentang keinginan id dengan menegakkan
pembatasan moral dan dengan berusaha mencapai tujuan "ideal"
kesempurnaan.
·
Teori
Freud: Tahap Psikoseksual
Ada
5 tahap perkembangan psikoseksual sebagai berikut:
1. Oral
Stage (lahir-1 tahun)
Sumber
kepuasan bayi yang paling awal adalah mulut. Selama tahap oral, bayi mendapat
kesenangan dari mengisap dan menelan. Kemudian, ketika dia memiliki gigi, bayi
menikmati kesenangan agresif menggigit dan mengunyah.
2. Anal
Stage (1-3 tahun)
Anak-anak
belajar seberapa banyak kontrol yang dapat mereka berikan terhadap orang lain
dengan otot sfingter anus (anal sphincter muscles) mereka.
3. Phallic
Stage (1-3 tahun)
Selama
tahap falus (phallic stage), alat kelamin menjadi sumber utama kesenangan.
Menurut Freud, anak mulai menikmati menyentuh alat kelaminnya sendiri dan
mengembangkan daya tarik seksual kepada orang tua lawan jenis.
4. Latency
Stage (6-11 tahun)
Di
tahap ini minat seksual relative tidak aktif. Energi seksual disublimasikan dan
diubah menjadi minat dalam melakukan tugas sekolah, mengendarai sepeda, bermain
rumah-rumahan, dan berpartisipasi dalam olahraga.
5. Genital
Stage (11 tahun ke atas)
Seiring
datangnya pubertas, ada minat baru untuk mendapatkan kesenangan seksual melalui
alat kelamin. Masturbasi menjadi sering dilakukan dan mengarah ke orgasme untuk
pertama kalinya. Minat seksual dan romantis pada orang lain juga menjadi motif
utama.
Ada beberapa tokoh yang sedikit berbeda
pandangan dengan Freud, yaitu Carl Jung, Jung merasa bahwa Freud mengambil pandangan negatif satu
sisi tentang sifat manusia, meskipun Jung setuju bahwa pikiran bawah sadar mengandung kekuatan
egois, ia percaya bahwa pikiran itu juga mengandung motivasi positif, bahkan
spiritual. Pada kenyataannya, karakteristik mendasar
dari pikiran manusia menurut Jung adalah bahwa semua elemen penting dari pikiran datang
dalam bentuk yang berlawanan.
Tokoh lainnya yaitu,
Alfred Adler, Dia
setuju dengan Freud bahwa perjuangan untuk mengatasi satu dorongan seksual dan
permusuhan penting untuk perkembangan kepribadian, tetapi tidak menjadi faktor
yang terpenting. Pada karir awalnya, Adler merasa bahwa perjuangan utama dalam
perkembangan kepribadian adalah usaha untuk mengatasi feeling of inferiority dalam hubungan sosial dan untuk
mengembangkan perasaan keunggulan atau kebanggaan.
Seperti
Jung dan Alder, Karen Horney merasa bahwa pemikiran Freud penting untuk konflik
seksual. Bahkan, dia percaya bahwa Konflik bukanlah hasil tak terelakkan dari motif bawaan di
dalam id. Dia malah pecaya bahwa konflik berkembang hanya sebagai hasil tidak
memadai untuk membesarkan pengalaman anak.
3.
Teori
Social Learning
Teori
social
learning
memiliki asal-usulnya dalam tulisan-tulisan tingkah laku Ivan Pavlov, John B.
Watson, dan B.F Skinner. Masing-masing teori ini berpendapat bahwa kepribadian
tidak lebih dari perilaku yang dipelajari dan bahwa cara untuk memahami
kepribadian hanyalah untuk memahami keaktifan pembelajaran.
·
Peran
Belajar dalam Kepribadian
Seseorang mengembangkan kepribadian yang
memadai jika dia terkena model yang baik dan diperkuat untuk perilaku yang
sesuai. Sebaliknya, jika lingkungan tidak memadai, akan menghasilkan
perkembangan kepribadian yang tidak memadai. Tokoh dari social learning ini
adalah Albert Bandura.
·
Peran
Kognisi dalam Kepribadian
Kognisi belajar adalah penentu utama
kita untuk menentukan tingkah laku. Orang yang percaya bahwa membantu orang
hanya akan membuat mereka kurang mandiri akan menjadi orang yang pelit terhadap
yang membutuhkan; orang yang berpikir bahwa dia adalah orang yang membosankan
akan bertingkah pendiam dan pemalu.
Self-efficacy adalah persepsi bahwa seseorang mampu melakukan apa yang
diperlukan untuk mencapai satu tujuan, baik dalam arti mengetahui apa yang
harus dilakukan dan mampu dilakukan secara emosional.
·
Situationism
dan interactionism
B.F Skinner memperdebatkan bahwa perilaku
ditentukan oleh situasi dimana orang orang menemukan jati dirinya sendiri,
bukan sifat di dalam orang itu. Sudut pandang ini dikenal sebagai situationism,
menunjukkan bahwa perilaku kita hanya konsisten selama situasi kita tetap
konsisten.
Teori social learning menyarankan perbandingan
yang konstruktif diantara sifat dan posisi situationism. Solusinya, dikenal
sebagai person × situation interactionism, menunjukkan
bahwa tingkah laku kita dipengaruhi oleh kombinasi dari karakteristik seseorang
dan situasinya.
4.
Teori Humanistik
Teori ini memiliki pandangan psikologis bahwa
manusia memiliki kecenderungan bawaan untuk memperbaiki dan menentukan hidup
mereka melalui keputusan yang dia buat. Teori ini sulit untuk bersatu dan
didefinisikan secara lengkap karna begitu banyaknya ide-ide yang mendasari teori
ini.
·
Inner-Directedness
dan Subjektifitas
Para
humanis percaya bahwa manusia memiliki kekuatan internal, inner-directedness,
yang mendorong mereka untuk tumbuh,
memperbaiki diri, dan untuk menjadi individu terbaik. Inner-directedness ini
merupakan kekuatan utama dalam perkembangan kepribadian. Kepribadian yang
berkembang hanya dapat dimengerti dengan perspektif dari arah dalam ke luar.
Bagi kaum humanis satu-satunya realitas adalah realitas subjektif.
·
Konsep
Diri
Konsep
diri kita adalah persepsi subjektif kita tentang siapa kita dan seperti apa
kita. Dari semua pandangan subjektif kita tentang hidup, pandangan tentang diri
sendiri adalah yang paling utama. Konsep diri dipelajari dari interaksi kita
dengan orang lain. Masalah psikologis muncul dari 3 jenis diri: Pertama
perbedaan yang berlebihan antara diri sendiri yaitu pengalaman kita dan diri
ideal yaitu diri yang ingin kita capai. Perbedaan yang terlalu jauh menyebabkan
ketidaknyamanan atau ketidakselarasan. Kedua, konsep diri yang kurang akurat juga
dapat menyebabkan masalah. Jika pandangan kita tentang diri kita tidak cukup
kongruen maka kita akan mengembangkan pandangan yang tidak jelas tentang diri
kita sendiri. Ketiga, manusia juga menolak kesadaran akan beberapa pengalaman
yang merupakan reaksi orang tua dan masyarakat terhadap perilaku kita.
·
Aktualisasi
Diri
Berikut
ini adalah orang yang mengaktualisasikan diri menurut Maslow:
-
Orang yang mencapai aktualisasi diri
telah mencapai tingkat perkembangan moral yang tinggi dan lebih peduli tentang
kesejahteraan teman dan orang lain dibandingkan diri sendiri.
-
Orang-orang ini lebih mementingkan
kesejahteraan orang lain tapi tidak bergantung pada persetujuan mereka.
-
Mereka mimiliki pandangan yang akurat,
daripada meromantisir, tentang orang atau hidup, namun mereka positif tentang
kehidupan.
-
Hidup selalu menantang dan segar bagi
orang yang mengaktualisasikan diri. Mereka spontan dan alami dalam tindakan dan
perasaan mereka.
Reference
Lahey,
Benjamin, B. 2005. Psychology an
Introduction. 11th edition. New York : McGraw-Hill Book Company
Sobur, D. A. (2013). PSIKOLOGI UMUM dalam Lintasan
Sejarah. Bandung: CV Pustaka Setia.
Well, itu aja pembahasan tentang teori-teori kepribadian dari aku, semoga dapat bermanfaat buat kalian. Don't forget to leave a comment!
Makasih infonya:)
ReplyDeletethank you, blog ini sangat membantu..
ReplyDeleteTerimakasih ilmunyaaa
ReplyDeleteKeren sekali, jadi tambah tahu. Terimakasiiihhh
ReplyDeleteMantul pak eko
ReplyDeleteBagus fira
ReplyDeletemembantu sekali safiraa thx
ReplyDeletethanks ^^
ReplyDeleteKeren fir! Makasih ilmunyaa
ReplyDeleteMantap
ReplyDeleteMakasih banyak infonya!
ReplyDeleteSangat bermanfaatt
ReplyDeleteSangat bermanfaatt
ReplyDelete